Cahaya bulan hilang separuh
terlihat lusuh terselip awan berarak
yang basah embun di rumput malam
membeku hati di musim kemarau
berserakan jiwa liar
... manis senyum anak perawan hilang
ada yang tak baik
ada janji surga
neraka di meja judi
ada cinta di hati
cemburu rentan menatap wajah sesama
bidadari memeluk buas gelisah
di tawar tak peduli
air mata tak tahu harus bagaimana
senyum yang manis janganlah menangis