Awan begitu putih
dan langit tak begitu indah.
Sajak berkhayal
gerimis mengundang dimusim kemarau.
Bintang tak nampak
rasa-rasanya bulan redup ditikam mati.
Gurat mata tipis menggaris
dan pandang kabur halusinasi.
Rasa berdendang
memaksa lidah menelan kepahitan.
Bahasa mimpi setiba malam
mengerang sakit mengusap kesedihan.
Menunggu berlabuh
harapan pecah menabrak karang.
Opini berkata
diputar kenyataan.
Tiada akhir cerita
riwayatnya bertulis derita.