Powered By Blogger

Selasa, 28 Februari 2012

Jangan salahkan aku mencintai mu
bagai bumi dan langit, pemisahan yang tak mungkin menyatu
walau besar hasrat untuk memiliki
kemampuan ku hanya sebatas mimpi
dengan cinta yang benar adanya
adakah kehendak cinta kembali memantul kepada ku?

Jangan salahkan aku menyayangi mu
entah rasa dari mana aku dapatkan yang seperti ini
rasa yang jauh berbeda dari coklat atau strawberry
bukan maksud menyamakan dengan isi roti
tapi ini lah yang sebenarnya dari hati

Jangan salahkan aku merindukan mu
ketika ku mencintai cinta mu
ketika ku menyayangi perasaan dihati mu
salahkah aku?

Kamis, 23 Februari 2012

Terbawa Angin

ada masa-masa sulit yang harus di lewati
kesedihan menggetarkan hati
hingga air mata menjadi satu-satunya tempat peraduan


segalanya terasa salah
ketika telah jatuh kebawah
tak ada yang harus disalahkan
sebab ini adalah pilihan


melihat derasnya hujan turun dari langit dibawa angin
membuatku takut untuk beranjak
rasa ragu terkadang urungkan hasrat
bayang nurani terlunta-lunta menghantui
mengerut dahi sabarkan hati


senja mulai beranjak
air laut muai pasang
setidaknya mata hari esok kembali terbit
biar entah entah akankemana angin akan membawa



Minggu, 12 Februari 2012

baginya mencari apa makna dalam kehidupannya
dibagian muka bumi dalam berkehidupan
intas batas ada dalam diri
menentukan yang terbaik untuk menjadi pilihan
mengingat-ingat, apapun itu adalah pilihan
pilihan tanpa tekanan, tanpa suruhan, tanpa bayaran
tiada terkurang ajan pilihan yang akan terjadi
dari pengamatan dan cinta
terdiam, sedih, pilu, dan kembali merenung...

Situs.co - News Aggregator: 7 Dokumentasi Perbudakan Anak dari Berbagai Belaha...

Situs.co - News Aggregator: 7 Dokumentasi Perbudakan Anak dari Berbagai Belaha...: 1. Pabrik batu bata Karkhla, Pakistan Farras Khan Shinwari, bekerja bersama kedua saudaranya di pabrik batu bata Karkhla 15 km timur Peshawa...

Kamis, 09 Februari 2012

Dalam kedamaian ku hisap dalam-dalam
kenikmatan bersandar didinding tua
bising nyanyian alam menjadi sajian
untuk jiwa yang terasa lapar

Menelusuri tanjakan bukit kecil
sedikit bunga liar disamping tembok batu yang menjadi pembatas
menjadi pemandangan yang biasa

Lelah hari ku disini
lamunan tak dapat menyelesaikan
ketika mata melihat terasa buram pada hembusan angin malam

 

Senin, 06 Februari 2012

Sendiri bertemankan malam yang sepi
terasa jauh tatapan cahaya bulan
sinarnya bermandikan curahan isi hati

Suka duka sejalan di air sungai
terasa terbiasa... walau mendung sampai ke Jogja

Pemikiran terkadang berlawanan dengan haluan
sang bayu dibanding telapak tangan mu
hakikat kilaunya tak sama

Semoga tersampaikan...

Sabtu, 04 Februari 2012

Jalan ini tak selalu sesuai dengan keinginan
dari mata ini bermuara merebah didalam hati

Ketika masa tak selalu berulang-ulang
mungkin hanya ingatan persiapan dari rencana yang gagal

Entah mengapa siang malam yang selalu berubah-ubah
silaunya matahari memaksa untuk mengakhiri sebuah pesta diakhir purnama
 

Selasa, 31 Januari 2012

foto'


Rimba dalam sekawan bagai orang gila di tepi sungai. Menunggu rakit penyebrangan di atas batu hitam. Tak luput dari dosa.
andai ada waktu sekejap memandang
sebelum ku tenggelamkan rsa sebenarnya
atau mungkin salah jika ku bermimpi
membujuk mu tinggal dari hati terdalam

tiada mudah ku lupa puing-puing kenangan
tiada mudah ku ayunkan kaki lepaskan lamunan

mungkin suatu saat nanti hampa hati begitu terasa
diam terpaku, ketiadaan indah senyuman ku temukan diwajahmu

andai masih ada rindu ini mengisi jiwa
dengannya ku hadirkan tanya
sampai kapan lelah ku menunggu...
andai kau slalu hadir dan temani aku
 
ketika semua bayang telah menjauh dari tubuh segala anggan enggan menyapa
terbaring aku...
dikeheningan tanpa ketiadaan air mata

Persetan opini yang munafik...
 

Minggu, 29 Januari 2012

Nyanyian di Kereta

Nyanyian disepanjang rel kereta
Terdengar dari bangku-bangku tempat bersandar
Dari decitan hingga teriakan yang berlari diatas gerbong
Rokok, kopi hingga yang khas disuguhkan
Sampai ku terlempar tak sadar, mimpi... — di Stasiun Kereta Api Bojonegoro.
 

Senin, 23 Januari 2012

hanya ingin ku memeluk cinta mu
biar tak bisa ku melihat raga mu
...tak berdaya aku mengingat mu
dengan do'a yang kau tujukan kepada Tuhan mu

menggigil luruh ku
menyematkan kebekuan

Jumat, 20 Januari 2012

Temani aku hanya untuk malam ini
Sebotol minuman jadi teman setia
Sehempasan asap tembakau terbangkan beban 
Bumi yang padat lepas sebagai pijakan
Segumpal emosi mentikam-tikam
Hancur, biar buyar enggan untuk digenggam



Sabtu, 14 Januari 2012

Alas

Peluk hangat tubuh mu
berbalur kasih sayang mu
didalam lelap mu
ku terjaga di tiap bait do'a untuk mu

Ku pungut jejak-jejak tertinggal
dari awal hingga akhirnya kini aku kau tinggalkan
ciutkan nyali ku dihadapan cahaya
menjaga mimpi hingga embun pagi bersahaja
 
 

Jumat, 13 Januari 2012

Semoga kau sehat bahagia...
Inginku kau ada disaat aku merindukanmu...
Fahami yg tersirat selain yang tersurat...
Sendiri ini membuatku terbiasa...

Jangan tanyakan rasa, fahami keadaannya...
Ku jual mimpi, air mata ku dapati...
Ketika diam menjadi pilihan...
Tak dapatlah hati sesuatu yang berarti...

Menunggu di pembatas kota...
Dapatlah kabar dari si pengantar surat kabar...
Bukan antara kita, entah...

Rabu, 11 Januari 2012

tak ada apa apa...
di dahan-dahan pohon yang mati kering
diatas tanah
dibawah atap-atap langit

cerita berkelit
tak tau apa diatas langit
segalanya terasa sempit
realita semu, melarikan sedihnya amarah
yang menyuburkan ilalang

diatas tebing ilalang tak ramah
saksi penyesalan dan perulangan kisah-kisah
yang tak seindah pelangi diatas bukit

Minggu, 08 Januari 2012

Yang terekam didalam ingatan
hanya persoalan yang tak harus dipersoalkan

Yang menjadi saksi
dari beberapa yang hidup sampai yang mati

Yang bukan hak milik
jadi permintaan untuk saling membagi

Yang menjadikan risau
bukan itu, aku pun tak tahu

Minggu, 01 Januari 2012

hingga akhirnya aku tunduk padamu..
hingga akhirnya dengan mudah kuber manja ria denganmu, hanya denganmu..
hingga akhirnya merasa satu bangunan yang saling menguatkan...

...

ketika aku-pun enggan membawa beban ini kesiapapun. ketika aku belum mau terbuka dengan seorang yang kuhormati. aku tak mau menjadi orang yang penuntut. lebih banyak yang harus ku pikirkan dari pada aku dipikirkan.

katakan purnama andai engkau adalah risalah hati, kegundahan semalam bukan tanpa arti. dalam harapku, dalam cemasku, semoga Engkau masih mengasihiku dengan segala keterbatasanku sebagai hambaMu. kuatkan aku dengan lemahku, kembangkan senyumku dalam kesedihanku, tenangkan aku dalam kegundahanku, Ya Rabb...
 

Kamis, 29 Desember 2011

Masih banyak ruang untuk jalan pulang
jika hampa menjelang senja
hingga purnama menjadi penguasa
dibawah langit tanah yang subur...