Jumat, 05 September 2014
Jujur pada diri sendiri, bahwa memang diri ini lemah, Kekasih, namun kaulah rindu dari jejak yang ku sentuh...
Rabu, 03 September 2014
Malam menjadi sabit
daun salam gugur darimu
membuat kesedihan tak teduh
Malam yang indah. Bukan karena bintang dan sabit yang cemerlang dilangit, tetapi kenangan yang larut dalam kopi pahit.
daun salam gugur darimu
membuat kesedihan tak teduh
Malam yang indah. Bukan karena bintang dan sabit yang cemerlang dilangit, tetapi kenangan yang larut dalam kopi pahit.
Sabtu, 30 Agustus 2014
Namamu tertera pada sebuah nama
yang sesekali ingin bertandang kepadamu
dan meneriakan kata sepi diambang musim
hangatkan hati yang tetap tinggal
yang sesekali ingin bertandang kepadamu
dan meneriakan kata sepi diambang musim
hangatkan hati yang tetap tinggal
namamu akan terhapus oleh sajak-sajak
dengan alis yang kian malam
dicangkir kopi
sebelum akhirnya ditumpas bantal dan guling
dengan alis yang kian malam
dicangkir kopi
sebelum akhirnya ditumpas bantal dan guling
Selasa, 26 Agustus 2014
Biarlah rindu menyala diujung daun
yang merunduk luruh
walau terkadang kejujuran dan kemunafikan
ditingkangi irama angin yang bergelombang
aku ngilu dilembah suaramu
kuteriakan dipadang savana namamu
agar lebih luas dari pada kesepianku
yang merunduk luruh
walau terkadang kejujuran dan kemunafikan
ditingkangi irama angin yang bergelombang
aku ngilu dilembah suaramu
kuteriakan dipadang savana namamu
agar lebih luas dari pada kesepianku
Minggu, 03 Agustus 2014
PUISI Iwan Fals
Guru adalah "MATA AIR" tapi murid adalah sungai-sungai kehidupan
Yang mengalir ke muara lalu ke lautan lepas
Lalu terbang ke awan menjadi butiran air hujan
Yang bisa menyuburkan hidup atau bahkan menimbulkan malapetaka
Banjir yang menghancurkan bahkan mematikan
Lalu menjadi "AIR MATA"
Yang mengalir ke muara lalu ke lautan lepas
Lalu terbang ke awan menjadi butiran air hujan
Yang bisa menyuburkan hidup atau bahkan menimbulkan malapetaka
Banjir yang menghancurkan bahkan mematikan
Lalu menjadi "AIR MATA"
AMBISI - Iwan Fals
Walau menderita
Perjuangan mempertahankan hidup ini penting sekali
Ambisi itu perlu
Asal diri bisa mengontrolnya
Ambisi itu sebagai alat bantu untuk meraih cita-cita di dunia
Ambisi adalah bumbu penyedap
Yang kalau kebanyakan bisa menjadi racun yang mematikan
Perjuangan mempertahankan hidup ini penting sekali
Ambisi itu perlu
Asal diri bisa mengontrolnya
Ambisi itu sebagai alat bantu untuk meraih cita-cita di dunia
Ambisi adalah bumbu penyedap
Yang kalau kebanyakan bisa menjadi racun yang mematikan
Rabu, 23 Juli 2014
aku yang meminta untuk kau menemaniku
sebagai pelepas perasaan yang kadang was-was
juga ketika disetiap langkah rindu bertalu
agar ku tak merasa seorang diri
dari halaman buku-buku
seperti serupa jika akhirnya harus pergi
malam terang kadang tak peduli
siang hujan justru bayangmu yang ku cari
mengukir pelangi dikaca-kaca
dari bait lagu-lagu
percaya dalam hati harus tetap dijalani
aku disampingmu masih seperti dulu
sadari, aku juga sadar diri
Selasa, 22 Juli 2014
takut menatap keindahan
ada jarak pandang yang menjauh
ada jejak-jejak yang tertinggal
awalnya aku percaya
bayang-bayang palsu
bakar ilalang sampai ke sum-sum
berulang-ulang katakan sabar
aku jadi merasa
angin datang dari mana
masihkah aku berpikir
bukan hanya menjaga hidup
saat merasa tak lagi ada harapan
tak terpikir tinggalkanmu
kenyataannya memang belum berakhir
tetaplah bersamaku
bakar ilalang sampai ke sum-sum
berulang-ulang katakan sabar
aku jadi merasa
angin datang dari mana
masihkah aku berpikir
bukan hanya menjaga hidup
saat merasa tak lagi ada harapan
tak terpikir tinggalkanmu
kenyataannya memang belum berakhir
tetaplah bersamaku
Senin, 07 Juli 2014
akulah
mata air dari airmatamu kelak
bila kau rindu muasal sepi
seperti pelangi yang menunggu hujan reda
dan embun fajar yang pergi
seiring terbitnya matahari
bila kau rindu muasal sepi
seperti pelangi yang menunggu hujan reda
dan embun fajar yang pergi
seiring terbitnya matahari
Jumat, 04 Juli 2014
Minggu, 22 Juni 2014
ada rindu diujung malam
terbias oleh kata-kata
membaur dalam rasa
kusimpan bak pusaka
kesepian menggandeng kenangan
malamku kelam tanpa ku sedu
terbias oleh kata-kata
membaur dalam rasa
kusimpan bak pusaka
kesepian menggandeng kenangan
malamku kelam tanpa ku sedu
Selasa, 17 Juni 2014
Dalam tembang dan gitar, dan anak-anak bermimpi dan Tuhan perkuatlah kesabaran ini atas segala rindu yang belum terbayarkan. Meski tak kau tulis aksara, masih bisa ku rasakan lenyapmu..
Kamis, 12 Juni 2014
Rabu, 11 Juni 2014
bulan berdengung didalam bayangan
menghadirkan rupa yang tajam
-hati-hati dengan keindahan
menghadirkan rupa yang tajam
-hati-hati dengan keindahan
Senin, 09 Juni 2014
Kenanganku membuatmu tetap dekat
dalam hening
bayangkan kau disini
mendengar senyapmu
melihat senyummu
air mata sunyimu
semua ku dekap dengan erat kenanganku
dalam hening
bayangkan kau disini
mendengar senyapmu
melihat senyummu
air mata sunyimu
semua ku dekap dengan erat kenanganku
Minggu, 08 Juni 2014
Wajahmu
yang membekas ketika hari datangkan pagi tak cukup menggantikan lamunan
menjadi ilusi. Rindunya yang datang mendahului cinta digelorakan
menjadi laut tak berpantai. Tak cukup mengenalmu, mengenangmu membuat
bersedih akan tetapi wajahmu selalu gelap.
Jumat, 04 April 2014
Apa kabarmu, ku cari etimologi untuk menyampaikan rindu padamu.
Ku cari diantara tetes hujan, ketika intuisiku bersenggama diatas genangan.
Kamu hinggap dikenangan dan menangis.
Bulan sabit syahdu seperti senyummu menyakitkan.
Diantara congkaknya hati merindumu mengenalkanku rasa sakit dan bahagia. Adakah hak ku merindukanmu jika cintaku hanya kata-kata? Cinta telah lama mati tetapi rindu menghidupkannya kembali.
Ku cari diantara tetes hujan, ketika intuisiku bersenggama diatas genangan.
Kamu hinggap dikenangan dan menangis.
Bulan sabit syahdu seperti senyummu menyakitkan.
Diantara congkaknya hati merindumu mengenalkanku rasa sakit dan bahagia. Adakah hak ku merindukanmu jika cintaku hanya kata-kata? Cinta telah lama mati tetapi rindu menghidupkannya kembali.
Jumat, 28 Februari 2014
Aku kehilangan
mungkin terbasuh bersama peluhmu ketika mandi
mungkin seseorang telah membakarnya dibawah laut
mungkin terbawa arus saraf-sarafmu
aku kehilangan
aku coba jadi malam
aku butuh sedikit darahmu
aku tak bisa melihatmu
bisakah kau pinjamkan sebelah matamu
Rabu, 12 Februari 2014
Tak ku temukan titik jemu kepadamu
tlah banyak ku ungkapkan rasa rindu
ku nyanyikan cinta untukmu
bening tatap matamu
lembut pesonamu
kau beri irama sunyi
bekukan nuansaku
ku panggil jiwaku
nyanyikan cinta untukmu
bergelembung bayangmu
warnanya berkilau dalam lamunan
Kamis, 06 Februari 2014
tak apa dirimu tak sempurna
hingga dunia terbalik
keluh kesah dimana-mana
ketika cinta datang
ia hanya melihat keindahan
dan ia pun tersenyum
juga lautan menampung segala
mencerminkan isi hati
tetaplah menari dikeruntuhan
segala sesuatu satu adanya
dan hanya melihat satu dihadapan cinta
Langganan:
Postingan (Atom)