Jumat, 01 Juli 2011
Kamis, 30 Juni 2011
Sela Rindu
Deru nafasmu menghentak jantungku
membuat hasrat bersemayam dijiwaku
dari bicaramu menggetarkan tubuhku
saat rasa kita bertemu diselat rindu
Cintta...
Tiada terlihat langit biru
bias senja digilir waktu
tiada ku dapat kau dalam mimpi
esok tanyakan kabar tambatan hati
![]() |
Rabu, 29 Juni 2011
Pada Musim
Pohon mangga berbunga
dimusim kemarau
yang pada kalender diramalkan
bulir hujan turun seganasnya
menggenangi area persawahan
dimasa tanam disebarkan
tunas biji jagung dan kacang
tenggelam tak bisa berenang
hingga habis nafas tak bisa bertahan
esok tangis batin para petani
dapat tahu jika tiada hasil ditemui
hanya beriklas, mohon ampun pada Ilahi
Dirasa Tak Ku Rasa
Ku merasa rindu begitu lama
dibimbing angin yang hidup didalam jiwaku
Ku ketahui suatu kesendirian
merindukan senyuman yang begitu jauh
membuat mata tertutup untuk melihatnya
Ku hanya tau diriku
dari kata-kata atau puisi
untuk suatu kebebasan
bernyanyi menghibur diri
Ku bawa ilsi
meskipun ia tak disini
Memnemukan kebebasan dari rasa sakit
ku lakukan dengan rasa
kan ku temukan sebuah makna
Ku tau yang bukan dari bagianku
dan aku kan selalu ada
dengan rasa yang tetap sama
dibimbing angin yang hidup didalam jiwaku
Ku ketahui suatu kesendirian
merindukan senyuman yang begitu jauh
membuat mata tertutup untuk melihatnya
Ku hanya tau diriku
dari kata-kata atau puisi
untuk suatu kebebasan
bernyanyi menghibur diri
Ku bawa ilsi
meskipun ia tak disini
Memnemukan kebebasan dari rasa sakit
ku lakukan dengan rasa
kan ku temukan sebuah makna
Ku tau yang bukan dari bagianku
dan aku kan selalu ada
dengan rasa yang tetap sama
Selasa, 28 Juni 2011
Suoro Ati
Langgeming jiwo piturut kareping ati
alos waton keroso disemayami
tresno tulus mung dadi lesetan
urip keroso cedak pacoban
Suoro ati kedados lewat layang
panulisan sing tembungane kekangen
dadi wakil pangandikan
sak wentoro mpripat loro kepingin weruh
Kekangen koyok nyidam sari
nalikane langet sepi kuto purwodadi
disekseni lintang lan bumi
wektu kelingan eseme gawe ayeming ati
alos waton keroso disemayami
tresno tulus mung dadi lesetan
urip keroso cedak pacoban
Suoro ati kedados lewat layang
panulisan sing tembungane kekangen
dadi wakil pangandikan
sak wentoro mpripat loro kepingin weruh
Kekangen koyok nyidam sari
nalikane langet sepi kuto purwodadi
disekseni lintang lan bumi
wektu kelingan eseme gawe ayeming ati
Minggu, 26 Juni 2011
Tentangmu
Disana ku temukan bukit terbuka
seribu cemara halus mendesah
mengalir sungai membelah diantaranya
...
Disana kutemukan dirimu
tersenyum menusuk sukmaku
diujung awang-awang ku terpaut padamu
...
Disini ku nyalakan api unggun
berkobar besar
menjilat-jilat mejamah langit
...
Disini berpeluk rindu
sehangat kasihmu
selembut belaimu
seribu cemara halus mendesah
mengalir sungai membelah diantaranya
...
Disana kutemukan dirimu
tersenyum menusuk sukmaku
diujung awang-awang ku terpaut padamu
...
Disini ku nyalakan api unggun
berkobar besar
menjilat-jilat mejamah langit
...
Disini berpeluk rindu
sehangat kasihmu
selembut belaimu
Sabtu, 25 Juni 2011
Tandang Tresno
Abote kang tandang tresno
tresnoku sing kanggo sliramu
nanging kang wes nduweni
Sesepuhan sing merak ati
awan bengi tansah iling esem mu
Abote kang tandang tresno
ageman awakku ngumbar sujono
tansah iling aku mung durjono
Ora ono dwene nglilani
paribasan urip wes bebojoan
...
Abote wong tandang tresno
tresno sudro
tresnoku sing kanggo sliramu
nanging kang wes nduweni
Sesepuhan sing merak ati
awan bengi tansah iling esem mu
Abote kang tandang tresno
ageman awakku ngumbar sujono
tansah iling aku mung durjono
Ora ono dwene nglilani
paribasan urip wes bebojoan
...
Abote wong tandang tresno
tresno sudro
Petondoning Ati
Meniko dados petondone ati
milo kahanane bileh kepareng roso kangen
katresnane dadi nduwe'e
piyambak'e mugo ketingal pujonggo
Nanging ature maleh
ngrekso dumugi ketaman rogo
wujude angin gede, lindu nyampor
ngantos dadi mblenjani
Sak mestine ora nelangsani
naliko semono kebak wewangian
gawe jero roso ning dodo
Mugo-mugo ora gawe loro...
milo kahanane bileh kepareng roso kangen
katresnane dadi nduwe'e
piyambak'e mugo ketingal pujonggo
Nanging ature maleh
ngrekso dumugi ketaman rogo
wujude angin gede, lindu nyampor
ngantos dadi mblenjani
Sak mestine ora nelangsani
naliko semono kebak wewangian
gawe jero roso ning dodo
Mugo-mugo ora gawe loro...
Jumat, 24 Juni 2011
Misime Roso
Dasare koyok mongso katigo
ngrekso rogo
lepas mlampahe roso
wayah wengi lingser
bingung sambate awak ku
tansah mbedo ati
ngrenyoh karoso rasane
ampang memanise sekar melati
ngilani rosone mergi
sak nyotone ati ono rawe
nyidam nyikso rogo
ora maido sak wentoro ono roso kepengen
ora gampang koyok malek topo
eluh mili netesi karep ing ati
ngrekso rogo
lepas mlampahe roso
wayah wengi lingser
bingung sambate awak ku
tansah mbedo ati
ngrenyoh karoso rasane
ampang memanise sekar melati
ngilani rosone mergi
sak nyotone ati ono rawe
nyidam nyikso rogo
ora maido sak wentoro ono roso kepengen
ora gampang koyok malek topo
eluh mili netesi karep ing ati
Kamis, 23 Juni 2011
Namamu Dalam Surat Kabar
Namamu dalam surat kabar
huruf kapital hitam tebal besar
ironis hatimu terjual
kejujuran kau tawarkan
demi logam rupiah memenuhi kantongan
...
Hukum bagimu mainan
untuk kebebasan
untuk jalan melenggang
tak sadar akar rumput kekeringan
mengais, asin keringat yang tertelan
huruf kapital hitam tebal besar
ironis hatimu terjual
kejujuran kau tawarkan
demi logam rupiah memenuhi kantongan
...
Hukum bagimu mainan
untuk kebebasan
untuk jalan melenggang
tak sadar akar rumput kekeringan
mengais, asin keringat yang tertelan
Selasa, 21 Juni 2011
Apa Salahku
Merenungkan apa yang menjadi keinginan. Mencari didalam segenap sudut penjuru hati. Apa adanya menerima.
Dapatnya tetapan arah tujuan. Menutup ego berkata harga diri tak terbayar. Sanggup, tak menyalahkan.
Keinginan mewujudkan tak mudah. Bintang tetap menjadi bintang. Bukan mentari yang kadang tertutup awan. Lambat berakhir merelakan kenyataan.
Bersama siapa. Ada cinta. Cerita menaungi asa.
Lepas keinginan. Salah menjadi sesuatu. Salah mengerti. Mungkin bermimpi.
Tak hilang tak lelah. Hingga kembali. Dihati masih terkenang. Dihati terdalam.
Memutar waktu. Sisa hati tak ingin begitu. Dalam hidupku. Kemana pun itu. Sejauh apapun itu.
Merasa damai. Merasa bahagia. Banyak kisah indah. Tentang cinta.
Tiada kesedihan. Tiada air mata. Tiada luka.
Banyak kebahagian. Kisah tentang cinta. Hanya kebahagiaan.
Caraku. Bahasaku. Langkahku. Kata-kataku. Pikiranku. Hidupku. Hingga matiku.
Dapatnya tetapan arah tujuan. Menutup ego berkata harga diri tak terbayar. Sanggup, tak menyalahkan.
Keinginan mewujudkan tak mudah. Bintang tetap menjadi bintang. Bukan mentari yang kadang tertutup awan. Lambat berakhir merelakan kenyataan.
Bersama siapa. Ada cinta. Cerita menaungi asa.
Lepas keinginan. Salah menjadi sesuatu. Salah mengerti. Mungkin bermimpi.
Tak hilang tak lelah. Hingga kembali. Dihati masih terkenang. Dihati terdalam.
Memutar waktu. Sisa hati tak ingin begitu. Dalam hidupku. Kemana pun itu. Sejauh apapun itu.
Merasa damai. Merasa bahagia. Banyak kisah indah. Tentang cinta.
Tiada kesedihan. Tiada air mata. Tiada luka.
Banyak kebahagian. Kisah tentang cinta. Hanya kebahagiaan.
Caraku. Bahasaku. Langkahku. Kata-kataku. Pikiranku. Hidupku. Hingga matiku.
Senin, 20 Juni 2011
Minggu, 19 Juni 2011
Burung Dalam sangkar
Burung dalam sangkar yg malang
batin menangis hati patah
tiada orang ambil tau nasibmu
duka lara dihatimu
riwayat tertulis penuh dengan air mata
Dia bunga malu tertunduk
melihat pucat warnanya
Burung dalam sangkar yg malang
lepas cincin putih pergi tinggal sendiri
cincin putih tak menyesalkan untuk bertahan
kau tangguhkan kasih sayang tergenggam
Bunga-bunga layu subur ditaman
batin menangis hati patah
tiada orang ambil tau nasibmu
duka lara dihatimu
riwayat tertulis penuh dengan air mata
Dia bunga malu tertunduk
melihat pucat warnanya
Burung dalam sangkar yg malang
lepas cincin putih pergi tinggal sendiri
cincin putih tak menyesalkan untuk bertahan
kau tangguhkan kasih sayang tergenggam
Bunga-bunga layu subur ditaman
Sabtu, 18 Juni 2011
Ketika Mereka Pergi
Ketika mereka pergi tak pernah ingat apa yang mereka tinggalkan. Ketika mereka pergi seolah lupa apa yang dulu pernah menyentuh mereka. Lupa siapa yang ditinggalkan sebab untuk mereka lupakan. Yang terlupakan kini hanya, ntah apa...
Tertawa mereka berbahagia melupakan yang ditinggalkan. Seolah tiada pernah ada mereka yang dilupakan sebab ditinggalkan.
Tertawa mereka berbahagia melupakan yang ditinggalkan. Seolah tiada pernah ada mereka yang dilupakan sebab ditinggalkan.
Jumat, 17 Juni 2011
Akhir Cerita
Maafkanlah kasih tercintta
jika ada salah semasa kita bersama
membuai asmara ditaman jiwa
apa yang kau rasa
aku pun sama merasakannya
tapi apa hendak dikata
takdir Yang Kuasa menuliskan berbeda
Perpisahan bukan kehendak hati
tiada sangka untuk ingkari janji
biar kita dapat berencana
tetapi Tuhanlah yang menentukannya
Ku do'akan agar hidupmu selalu berbahagia
ketika hatiku membawa duka lara
Cinta ku tak akan beku
sampai nanti kau kan ku kenang selalu
Wahai insan yang tercinta
badai derita datang melanda
saat kau jauh entah dimana
tinggalkan aku didalam kecewa
Maafkanlah kasih tercinta
jika ada salah ketika ku ucap kata
dari barisan puisi yang ku tuliskan
tentang hati yang terkulai
pedih didalam dada
putus terkarang
saat kasih mulai membara
Tiada lagi rindu belaian kasih sayang
indahnya mahligai cinta tak akan pernah ada
Masih ada cerita tentamu
ketika waktu perlahan berlalu
tak ada lagi tawamu
yang menghapus sepi dihatiku
Semoga ku dapat melewatinya
tanpamu, Cintta...
jika ada salah semasa kita bersama
membuai asmara ditaman jiwa
apa yang kau rasa
aku pun sama merasakannya
tapi apa hendak dikata
takdir Yang Kuasa menuliskan berbeda
Perpisahan bukan kehendak hati
tiada sangka untuk ingkari janji
biar kita dapat berencana
tetapi Tuhanlah yang menentukannya
Ku do'akan agar hidupmu selalu berbahagia
ketika hatiku membawa duka lara
Cinta ku tak akan beku
sampai nanti kau kan ku kenang selalu
Wahai insan yang tercinta
badai derita datang melanda
saat kau jauh entah dimana
tinggalkan aku didalam kecewa
Maafkanlah kasih tercinta
jika ada salah ketika ku ucap kata
dari barisan puisi yang ku tuliskan
tentang hati yang terkulai
pedih didalam dada
putus terkarang
saat kasih mulai membara
Tiada lagi rindu belaian kasih sayang
indahnya mahligai cinta tak akan pernah ada
Masih ada cerita tentamu
ketika waktu perlahan berlalu
tak ada lagi tawamu
yang menghapus sepi dihatiku
Semoga ku dapat melewatinya
tanpamu, Cintta...
Kamis, 16 Juni 2011
Siapa
Merasa bersalah patut untuk disalahkan
Bukan yang sempurna tak menjadi sempurna
Bertempat dipojok sebab tersudutkan
Tak membahagiakan karena tak bisa
Menyendiri sebab pantas sendiri
...Jangan didekati sebab benalu yang mengkrikiti
Jangan dicintai sebab tak pantas mendapatkan cinta
Tinggalkan biarkan
Cintta
Cintta...
Bayanganku tentangmu
ku impikan senyum indahmu
ku bahagia mendengar kata-katmu
ku impikan kau memegang tanganku
...dihatiku di jiwaku...
Maafkan aku ini
ketika bayangmu tak dapat ku rengkuh
maafkan aku ini
ketika gelombang rindu menghantam hatimu
maafkanlah aku ini
ketika tiada sesuatu apapun ku lakukan untukmu
Rabu, 15 Juni 2011
Berontak Hatimu
Aku orang yang ditimpa sakit bertubi-tubi
hanya kesabaran yang membuat aku bertahan
tapi malam ini rasanya sudah mencapai puncak
ku tak ingin mengenal mereka lagi
yang menjadikan aku persinggahan
kepenatan hati mereka
Harapan lebihku terhadap mereka
nyatanya hanya di balas sekedarnya saja
mereka hanya menyuguhkan mimpi
tanpa memberi sesuatu yang ku ingini
Telunjukku menunjuk pada mereka
bahwa tanpa mereka aku bisa
biar ku hapus segala yang mengikat
baik itu rasa atau apapun
ku tak ingin mengenal mereka lagi
Aku ingin mereka tersentak
aku yang berontak
tak mau lagi menyantap
apa yang mereka suguhkan
sedang aku tak punya pilihan
Biar saja pesta ini bubar
berantakan...
hingga tak ada lagi sisa sedikitpun keindahan
biar saja mereka murka
kita pulang saja!!
berpisah...
Aku ingin menapaki mimpi yang baru
meski bermimpi lagi sekalipun...
hanya kesabaran yang membuat aku bertahan
tapi malam ini rasanya sudah mencapai puncak
ku tak ingin mengenal mereka lagi
yang menjadikan aku persinggahan
kepenatan hati mereka
Harapan lebihku terhadap mereka
nyatanya hanya di balas sekedarnya saja
mereka hanya menyuguhkan mimpi
tanpa memberi sesuatu yang ku ingini
Telunjukku menunjuk pada mereka
bahwa tanpa mereka aku bisa
biar ku hapus segala yang mengikat
baik itu rasa atau apapun
ku tak ingin mengenal mereka lagi
Aku ingin mereka tersentak
aku yang berontak
tak mau lagi menyantap
apa yang mereka suguhkan
sedang aku tak punya pilihan
Biar saja pesta ini bubar
berantakan...
hingga tak ada lagi sisa sedikitpun keindahan
biar saja mereka murka
kita pulang saja!!
berpisah...
Aku ingin menapaki mimpi yang baru
meski bermimpi lagi sekalipun...
Wong Cilik
Sisi hidupku tak pernah benar
dimataku dimata mereka
yang bukan jadi keinginan hati
seperti yang ku tahu
jiwaku keras membantah
...
Warna kelam tiang sandaran
disudutkan takutku tentang keindahan
kedalaman relung bisu tiada pijakan
hanya ku tahu mensyukuri keadaan
Langganan:
Postingan (Atom)