Powered By Blogger

Jumat, 01 Juli 2011

Ku Menunggu

Dibibir pantai yang menghisap air laut
ku menunggu...
Diatas tebing yang curam dan terjal
ku menunggu...

Surya berkaca kala senja
hancur, tenggelam menutup cahaya
Batu mengincar nyawa
tajam, tetap sama tiada upaya

Dimalam yang penuh senyum dan tangisan
redup samar cahaya
sepi, siapa peduli
ku menunggu...
 

Kamis, 30 Juni 2011

Sela Rindu

Deru nafasmu menghentak jantungku
membuat hasrat bersemayam dijiwaku
dari bicaramu menggetarkan tubuhku
saat rasa kita bertemu diselat rindu

Cintta...
Tiada terlihat langit biru
bias senja digilir waktu
tiada ku dapat kau dalam mimpi
esok tanyakan kabar tambatan hati

 

Rabu, 29 Juni 2011

Pada Musim

Pohon mangga berbunga
dimusim kemarau
yang pada kalender diramalkan

bulir hujan turun seganasnya
menggenangi area persawahan
dimasa tanam disebarkan

tunas biji jagung dan kacang
tenggelam tak bisa berenang
hingga habis nafas tak bisa bertahan

esok tangis batin para petani
dapat tahu jika tiada hasil ditemui
hanya beriklas, mohon ampun pada Ilahi

Dirasa Tak Ku Rasa

Ku merasa rindu begitu lama
dibimbing angin yang hidup didalam jiwaku


Ku ketahui suatu kesendirian
merindukan senyuman yang begitu jauh
membuat mata tertutup untuk melihatnya

Ku hanya tau diriku
dari kata-kata atau puisi
untuk suatu kebebasan
bernyanyi menghibur diri

Ku bawa ilsi
meskipun ia tak disini

Memnemukan kebebasan dari rasa sakit
ku lakukan dengan rasa
kan ku temukan sebuah makna

Ku tau yang bukan dari bagianku
dan aku kan selalu ada
dengan rasa yang tetap sama

Selasa, 28 Juni 2011

Suoro Ati

Langgeming jiwo piturut kareping ati
alos waton keroso disemayami
tresno tulus mung dadi lesetan
urip keroso cedak pacoban

Suoro ati kedados lewat layang
panulisan sing tembungane kekangen
dadi wakil pangandikan
sak wentoro mpripat loro kepingin weruh

Kekangen koyok nyidam sari
nalikane langet sepi kuto purwodadi
disekseni lintang lan bumi
wektu kelingan eseme gawe ayeming ati

Minggu, 26 Juni 2011

Tentangmu

Disana ku temukan bukit terbuka
seribu cemara halus mendesah
mengalir sungai membelah diantaranya

...
Disana kutemukan dirimu
tersenyum menusuk sukmaku
diujung awang-awang ku terpaut padamu

...
Disini ku nyalakan api unggun
berkobar besar
menjilat-jilat mejamah langit

...
Disini berpeluk rindu
sehangat kasihmu
selembut belaimu

Sabtu, 25 Juni 2011

Tandang Tresno

Abote kang tandang tresno
tresnoku sing kanggo sliramu
nanging kang wes nduweni

Sesepuhan sing merak ati
awan bengi tansah iling esem mu

Abote kang tandang tresno
ageman awakku ngumbar sujono
tansah iling aku mung durjono

Ora ono dwene nglilani
paribasan urip wes bebojoan

...
Abote wong tandang tresno
tresno sudro

Petondoning Ati

Meniko dados petondone ati
milo kahanane bileh kepareng roso kangen
katresnane dadi nduwe'e
piyambak'e mugo ketingal pujonggo

Nanging ature maleh
ngrekso dumugi ketaman rogo
wujude angin gede, lindu nyampor
ngantos dadi mblenjani

Sak mestine ora nelangsani
naliko semono kebak wewangian
gawe jero roso ning dodo

Mugo-mugo ora gawe loro...

Jumat, 24 Juni 2011

Misime Roso

Dasare koyok mongso katigo
ngrekso rogo
lepas mlampahe roso

wayah wengi lingser
bingung sambate awak ku
tansah mbedo ati

ngrenyoh karoso rasane
ampang memanise sekar melati
ngilani rosone mergi

sak nyotone ati ono rawe
nyidam nyikso rogo

ora maido sak wentoro ono roso kepengen
ora gampang koyok malek topo
eluh mili netesi karep ing ati

Kamis, 23 Juni 2011

Namamu Dalam Surat Kabar

Namamu dalam surat kabar
huruf kapital hitam tebal besar
ironis hatimu terjual
kejujuran kau tawarkan
demi logam rupiah memenuhi kantongan
...
Hukum bagimu mainan
untuk kebebasan
untuk jalan melenggang
tak sadar akar rumput kekeringan
mengais, asin keringat yang tertelan

Selasa, 21 Juni 2011

Apa Salahku

Merenungkan apa yang menjadi keinginan. Mencari didalam segenap sudut penjuru hati. Apa adanya menerima.
Dapatnya tetapan arah tujuan. Menutup ego berkata harga diri tak terbayar. Sanggup, tak menyalahkan.
Keinginan mewujudkan tak mudah. Bintang tetap menjadi bintang. Bukan mentari yang kadang tertutup awan. Lambat berakhir merelakan kenyataan.
Bersama siapa. Ada cinta. Cerita menaungi asa.
Lepas keinginan. Salah menjadi sesuatu. Salah mengerti. Mungkin bermimpi.
Tak hilang tak lelah. Hingga kembali. Dihati masih terkenang. Dihati terdalam.
Memutar waktu. Sisa hati tak ingin begitu. Dalam hidupku. Kemana pun itu. Sejauh apapun itu.
Merasa damai. Merasa bahagia. Banyak kisah indah. Tentang cinta.
Tiada kesedihan. Tiada air mata. Tiada luka.
Banyak kebahagian. Kisah tentang cinta. Hanya kebahagiaan.
Caraku. Bahasaku. Langkahku. Kata-kataku. Pikiranku. Hidupku. Hingga matiku.

Senin, 20 Juni 2011

Angan

...
Jauh angan yang terbang
jatuh, siapa bilang tak sakit
tak jarang membekas luka

Dari hati yang luka
lewat keindahan kata
hati yang hampa

Terkadang terlihat angkuh
selaksana tak terkata

Jutaan warna
bintang-bintang
cahaya nyata

...

Minggu, 19 Juni 2011

Burung Dalam sangkar

Burung dalam sangkar yg malang
batin menangis hati patah
tiada orang ambil tau nasibmu
duka lara dihatimu
riwayat tertulis penuh dengan air mata

Dia bunga malu tertunduk
melihat pucat warnanya

Burung dalam sangkar yg malang
lepas cincin putih pergi tinggal sendiri
cincin putih tak menyesalkan untuk bertahan
kau tangguhkan kasih sayang tergenggam

Bunga-bunga layu subur ditaman

Sabtu, 18 Juni 2011

Ketika Mereka Pergi

Ketika mereka pergi tak pernah ingat apa yang mereka tinggalkan. Ketika mereka pergi seolah lupa apa yang dulu pernah menyentuh mereka. Lupa siapa yang ditinggalkan sebab untuk mereka lupakan. Yang terlupakan kini hanya, ntah apa...
Tertawa mereka berbahagia melupakan yang ditinggalkan. Seolah tiada pernah ada mereka yang dilupakan sebab ditinggalkan.

Jumat, 17 Juni 2011

Akhir Cerita

Maafkanlah kasih tercintta
jika ada salah semasa kita bersama
membuai asmara ditaman jiwa
apa yang kau rasa
aku pun sama merasakannya
tapi apa hendak dikata
takdir Yang Kuasa menuliskan berbeda

Perpisahan bukan kehendak hati
tiada sangka untuk ingkari janji
biar kita dapat berencana
tetapi Tuhanlah yang menentukannya

Ku do'akan agar hidupmu selalu berbahagia
ketika hatiku membawa duka lara

Cinta ku tak akan beku
sampai nanti kau kan ku kenang selalu

Wahai insan yang tercinta
badai derita datang melanda
saat kau jauh entah dimana
tinggalkan aku didalam kecewa

Maafkanlah kasih tercinta
jika ada salah ketika ku ucap kata
dari barisan puisi yang ku tuliskan
tentang hati yang terkulai
pedih didalam dada
putus terkarang
saat kasih mulai membara

Tiada lagi rindu belaian kasih sayang
indahnya mahligai cinta tak akan pernah ada

Masih ada cerita tentamu
ketika waktu perlahan berlalu
tak ada lagi tawamu
yang menghapus sepi dihatiku

Semoga ku dapat melewatinya
tanpamu, Cintta...

Rasa

Tersenyum terbawa hayalan
terkenang dalam impian
si anak dara yang merasakan cinta
yang merasa dicintai
ia pun tau isi didalam hati

menjalin rasa saat bersua
melangkah membara keufuk rindu
berubah seketika haluan
berganti masa meluluhkan rasa

Kamis, 16 Juni 2011

Siapa

Merasa bersalah patut untuk disalahkan
Bukan yang sempurna tak menjadi sempurna
Bertempat dipojok sebab tersudutkan
Tak membahagiakan karena tak bisa
Menyendiri sebab pantas sendiri
...Jangan didekati sebab benalu yang mengkrikiti
Jangan dicintai sebab tak pantas mendapatkan cinta
Tinggalkan biarkan

Cintta

Cintta...
Bayanganku tentangmu
ku impikan senyum indahmu
ku bahagia mendengar kata-katmu
ku impikan kau memegang tanganku
...dihatiku di jiwaku...

Maafkan aku ini
ketika bayangmu tak dapat ku rengkuh
maafkan aku ini
ketika gelombang rindu menghantam hatimu
maafkanlah aku ini
ketika tiada sesuatu apapun ku lakukan untukmu

Rabu, 15 Juni 2011

Berontak Hatimu

Aku orang yang ditimpa sakit bertubi-tubi
hanya kesabaran yang membuat aku bertahan
tapi malam ini rasanya sudah mencapai puncak
ku tak ingin mengenal mereka lagi
yang menjadikan aku persinggahan
kepenatan hati mereka

Harapan lebihku terhadap mereka
nyatanya hanya di balas sekedarnya saja
mereka hanya menyuguhkan mimpi
tanpa memberi sesuatu yang ku ingini

Telunjukku menunjuk pada mereka
bahwa tanpa mereka aku bisa
biar ku hapus segala yang mengikat
baik itu rasa atau apapun
ku tak ingin mengenal mereka lagi

Aku ingin mereka tersentak
aku yang berontak
tak mau lagi menyantap
apa yang mereka suguhkan
sedang aku tak punya pilihan

Biar saja pesta ini bubar
berantakan...
hingga tak ada lagi sisa sedikitpun keindahan
biar saja mereka murka
kita pulang saja!!
berpisah...

Aku ingin menapaki mimpi yang baru
meski bermimpi lagi sekalipun...

Wong Cilik

Sisi hidupku tak pernah benar
dimataku dimata mereka
yang bukan jadi keinginan hati
seperti yang ku tahu
jiwaku keras membantah
...
Warna kelam tiang sandaran
disudutkan takutku tentang keindahan
kedalaman relung bisu tiada pijakan
hanya ku tahu mensyukuri keadaan